Jumat, 29 November 2013

PSIKOLOGI KREATIFITAS 
 
Berfikir kreatif merupakan cara berfikir dimana individu mencoba menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru terhadap masalah. Dalam berfikir kreatif ini seseorang dituntut untuk dapat memiliki lebih dari satu jawaban terhadap suatu persoalan dan untuk itu maka diperlukan imajinasi.

Pribadi Kreatif
Setiap pribadi individu diyakini memiliki kreatifitas masing-masing. Selama individu itu masih menggunakan ide dan pemikiran dalam menjalani kehidupannya maka selama itu pula ia dapat dikatakan berusaha mengeluarkan segenap kemampuan kreatifitasnya. Psikologi memandang bahwa pribadi kreatif dapat ditinjau dari perspektif humanistik dan psikoanalisa.

Humanistik
Humanistik memandang perilaku pribadi individu dari sudut pandang pengaruh perilaku atau akibat yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Pada contoh mahasiswa yang mengerjakan tugas dari dosen dengan cara menyalin kepunyaan temannya, humanistik memunculkan pertanyaan bagaimana perilaku menyalin pekerjaan teman dapat mempengaruhi perasaan temannya itu terhadap diri sang mahasiswa? Apakah dirinya bisa merasa puas dengan kenyataan bahwa dia belum mampu mengerjakan tugas tersebut secara mandiri? Pertanyaan semacam ini menjadi penting dari sisi perspektif Humanistik.
Humanistik memiliki perspektif yang menekankan perasaan orang tentang self. Dari sudut pandang ini, orang yang melakukan sesuatu apapun yang dilakukan entah baik atau buruk mungkin dilihat sebagai bagian dari penyelidikannya tentang kompetensi, prestasi dan harga dirinya. Idealnya atau diharapkan, pada suatu saat nanti orang tersebut akan menemukan cara meningkatkan perasaannya dengan berbuat yang terbaik untuk dirinya tanpa menghambat atau mengganggu orang lain.

Psikoanalisa
Psikoanalisa merupakan bagian dari perspektif yang lebih luas yang disebut psikodinamika. Psikodinamika merupakan suatu perspektif yang fokus pada peran perasaan dan impuls-impuls yang dikira tidak disadari. Salah satu kunci gagasan psikodinamika adalah bahwa ketika impuls-impuls itu tidak dapat diterima, atau ketika impuls tersebut membuat kita cemas, kita menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) untuk mengurangi kecemasan dimana diantara mekanisme pertahanan diri adalah displacement. Misal ketika mahasiswa sudah merasa kesulitan mengerjakan tugas pada saat baru membaca persoalannya saja, mahasiswa tersebut mengalihkan pemikirannya dari mengerjakan secara mandiri menjadi menyalin kepunyaan temannya. Atau pada orang yang sedang dalam kondisi terdesak dalam suatu permasalahan dan seakan semua alternatif pemecahan masalah dirasakan menemui kebuntuan maka pikirannya “dipaksa” bekerja keras mencari ide dan pemikiran supaya alternatif pemecahan baru terhadap permasalahan dapat segera ditemukan.

Proses Kreatif
Proses kreatif merupakan gambaran nyata dalam menjelaskan bagaimana kreativitas terjadi. Proses kreatif melalui tahap atau langkah yang terjadi pada saat orang berperilaku kreatif. Sebagian besar penelitian awal berfokus pada bagaimana orang-orang yang sangat kreatif menggambarkan proses mental yang mereka alami untuk menciptakan produk-produk apa pun yang mereka ciptakan. Proses kreatif dapat dilihat dari perspektif Teori Wallace dan Teori Belahan Otak.

Teori Wallace
Dalam berfikir kreatif, proses yang terjadi melalui beberapa tahapan tertentu. Suatu ide atau pemikiran tidak bisa tiba-tiba muncul di dalam benak kita. Ide-i de muncul setelah berbagai macam simbol diolah di alam bawah sadar kita. Wallace (1926) berusaha menggambarkan proses kreatif dan berpendapat bahwa proses itu memiliki empat tahapan yaitu persiapan, memeriksa peluang dan tantangan yang ada dari segala aspek; dalam masa persiapan seorang individu memformulasikan masalahnya dan mnegumpulkan semua fakta dan data yang dibutuhkan untuk dipilah mana peluang dan tantangan dalam upaya memecahkan masalah. Walaupun terkadang sudah berkonsentrasi lama pemecahan masalah belum muncul juga.
inkubasi, memikirkan masalah secara utuh dan komprehensif; Individu berusaha mencari segala macam cara yang dimungkinkan untuk menghasilkan kreatifitas. Bisa saja ide baru yang digunakan atau ide yang sudah terpendam dalam pengalaman individu tersebut. Pengalaman dapat menjadi kunci bagi kemunculan ide baru atau pemecahan masalah.
iluminasi, kemunculan ide dan pemikiran; ide kreatif bisa saja muncul dengan sendirinya dan individu terkadang mengalami insight.
verifikasi, pemeriksaan validitas ide dan penyempurnaannya kepada bentuk ide yang lebih tepat. Tujuannya adalah untuk menilai apakah ide pemikiran tersebut sudah tepat atau masih memerlukan perbaikan dan penyesuaian.

Teori Belahan Otak Kanan dan kiri
Otak manusia adalah pusat berfikir, berperilaku serta pusat emosi yang mencerminkan seluruh dirinya (self hood); kebudayaannya; kejiwaannya; serta bahasanya dan ingatannya. Seorang filsuf Rene Descartes pernah mengatakan bahwa otak sebagai pusat kesadaran manusia dapat diibaratkan sebagai pengendara, sedangkan badan manusia sebagai kudanya. Semiawan (1994) pernah mengukur berat otak manusia dan dipatkan bahwa berat otak manusia hanyalah satu setengah kilogram saja. Perbandingan ukuran yang sangat kecil untuk fungsi dan kegunaan yang luar biasa.
Adalah Cerebral ortex otak yang dibagi menjadi dua belahan yang dihubungkan oleh segumpal serabut yang disebut corpur callosum. Kedua belahan otak itu adalah
Belahan otak kanan, yang menguasai belahan kiri badan. berfungsi untuk berfikir holistik, spasial, metaforik, dan lebih banyak menyerap untuk matematika, sintesa, mengetahui sesuatu secara intuitif dan elaborasi, serta variabel dan dimensi humanistik mistik.
Belahan otak kiri, yang menguasai belahan kanan badan. Berfungsi untuk berfikir rasional, analitis, berurutan, linear, scientific, seperti belajar membaca, bahasa, aspek berhitung dari matematika.
Respons, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seseorang mengalami realitas secara berbeda beda dan unik.
Menurut eugene raudsepp dalam bukunya how creative are you?1981, dalam kebudayaan Amerika pun belahan otak kiri ternyata lebih dominan dan dikembangkan secara berlebihan. Menurut Peter Reusseli (1979), bahwa dalam budaya barat pun orang lebih cenderung mengutamakan berfikir rasional, kemampuan ekspresi diri sendiri secara verbal, membaca dengan baik dan bagus dalam berfikir analitis. Kondisi kita tampaknya sama dengan dua kondisi tersebut, kita biasanya kurang mengembangkan kebenaran spatial, apresiasi artistik, proses kreatif dan pemikiran intuitif, yang kesemuanya itu sering diasosiasikan dengan belahan otak kanan. selanjutnya Reudsepp (1981) merinci dikotomi belahan otak berikut ini:
-Belahan Otak kiri
-Logis, analitis, kronologis, linier
-Berfikir Konvergen
-Rasional
-Proses yang disadari
-Pemaknaan harfiah
-Verbal
-Abstrak
-Kausal
-Eksplisit (diperlihatkan)
-Terkendali, konsisten
-Cara berfikir realistis
-Biasanya dominan
-Intelektual, formal
-Kesadaran memusat secara tajam
-Aktif
-Mengatur waktu dengan urutan yang teratur
-Matematis, ilmiah
-Berdasarkan petunjuk
-Berdasarkan dalil-dalil
-Objektif
-Pengetahuan umum
-Suka menilai
-Belahan Otak Kanan
-Intuitif, holistik, gestalt, tidak linier
-Berfikir divergen
-Irasional
-Proses prasadar dan bawah sadar
-Pemaknaan metaforis/analogi
-Nonverbal
-Konkrit
-Tanpa sebab (akausal)
-Tidak diperlihatkan (walau sudah mengerti)
-Dipengaruhi emosi
-Fantasi, mimpi-mimpi
-Tidak dominan (diam)
-Lebih menggunakan perasaan, menyukai eksperimen
-Kesadaran menyebar
-Resptif (bisa menerima)
-Tidak memperhitungkan waktu secara teratur
-Artistik, musikus, simbolis
-Bebas, menyukai asosiasi, toleran terhadap ambiguitas
-Imajinatif
-Subjektif
-Pengetahuan individual
-Tidak suka menilai dan mengkritik

Pendorong Kreatif
Pribadi individu setiap saat berada pada keadaan mendorong atau memberikan tekanan untuk berpikir dan mengeluarkan ide. Dorongan atau pressure untuk kreatif itu mengacu pada lingkungan dimana individu itu berada, atau lingkungan dimana produk itu dihasilkan, atau proses kreatif itu terjadi. Hal ini berkaitan dengan keadaan dan segala sesuatu yang mempengaruhi keadaan dimana terjadi kreativitas. VanGundy (1985) mengidentifikasi tiga kategori yang mempengaruhi keadaan yang memunculkan kreatifitas yaitu: internal, eksternal dan hubungan interpersonal. Khusus Hubungan interpersonal dengan orang lain adalah kondisi saling mempengaruhi antara diri pribadi dengan orang lain.
Internal berkaitan dengan pribadi seseorang yang dipengaruhi keadaan eksternal. Setiap pribadi individu dikaruniai sumberdaya dan potensi yang sangat luar biasa oleh sang Pencipta. Semua entitas dalam tubuh manusia sebagai individu memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing yang saling berkaitan satu sama lain membentuk sistem-sistem. Bahkan sistem-sistem tersebut membentuk kesatuan utuh yang membuat individu dapat hidup dan menjalankan kehidupannya.
Namun individu juga tidak dapat terlepas dari keadaan eksternal yang baik langsung maupun idak langsung mempengaruhi individu. Dalam ranah kreatifitas, individu jelas sekali dapat menggunakan potensi menggali ide dan pemikiran sebanyak-banyaknya tanpa batas ukuran tertentu. Keadaan eksternal bisa berupa apa saja baik keadaan yang menunjang kemunculan kreatifitas atau malah keadaan yang menghambat kemunculan kreatifitas.
Pada kenyataannya, tidak semua keadaan yang tidak mengenakkan merupakan faktor penghambat dalam munculnya kreatifitas. Justru terkadang dalam kondisi terdesak, individu bisa mengeluarkan segenap kemampuan pemikirannya menghasilkan ide kreatif untuk memecahkan permasalahannya.
Eksternal adalah faktor yang ada di sekeliling orang, produk atau proses. Faktor eksternal memang sangat mempengaruhi kemunculan kreatifitas. Pengaruh tersebut bisa terhadap orangnya atau individunya, misal adanya panorama alam yang dapat menginspirasi seorang pelukis untuk mengeluarkan kreatifitasnya dalam membuat lukisan. Atau pengaruh tersebut bisa saja mempengaruhi produk kreatifitas, misal saat harga kertas melonjak tajam maka para pengusaha kartu ucapan memproduksi kartu dari kertas daur ulang. Dan faktor eksternal pun turut mempengaruhi proses kreatifitas misal pembuatan suatu benda kerajinan miniatur kapal layar akan sangat berbeda proses pengerjaannya bila dipengaruhi waktu pengerjaan (antara waktu pengerjaan normal dengan waktu penyelesaian target pesanan).

Produk Kreatif
Produk kreatifitas berasal dari setiap atau semua jenis usaha manusia. Produk dapat diciptakan oleh sekelompok orang atau individu, dan dapat memiliki beragam kegunaan dan manfaat.
Produk kreatifitas, seperti dijelaskan oleh Besemer & O’Quin (1987), memiliki tiga karakteristik. yaitu: kebaruan/novelty, menggambarkan keaslian atau kebaruan produk (orisinalitas, germinality, dan transformality); resolusi, Bagaimana tujuan produk yang diciptakan itu tercapai; sintesis, bagaimana produk mengatasi bahkan melampaui tantangan yang ada.

Sumber:
Riyanti, Dwi dkk, 1996, Psikologi Umum I Seri Diktat Kuliah, Jakarta, Universitas Gunadarma.

Pengertian kreatifitas 4P

Kreativitas dalam perkembangannya sangat sangat terkait dengan empat aspek, yaitu:
1. Aspek Pribadi
Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.
2. Aspek Pendorong
Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.
3. Aspek Proses
Ditinjau sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyaipaikan hasil-hasilnya.
4. Aspek Produk
Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna.
Kreativitas tidak timbul serta-merta, tetapi melalui proses. Proses kreatif menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001:301) dalam bukunya Quantum Learning mengalir melalui lima tahap, hatap-tahap tersebut sebagai berikut :
1. Persiapan Mendifinisikan masalah, tujuan, atau tantangan.
2. Inkubasi Mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran.
3. Iluminasi Mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan.
4. Verifikasi Memastikam apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah.
5. Aplikasi Mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut
Proses Kreatif menurut David Cambell urutannya sebagai berikut
1. Persiapan (preparation) : meletakan dasar, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya. Meskipun tidak semua ahli kreatif, namun kebanyakan pencipta adalah ahli. Terobosan gemilang dalam suatu bidang hampir selalu dihasilkan oleh orang-orang yang sudah lama berkecimpung dan lama berpikir dalam bidang itu. Persiapan untuk kreativitas itu kebanyakan dilakukan atas dasar “minat”. Kesuksesan orang-orang besar tercapai dan bertahan, bukan oleh loncatan yang tiba-tiba, tetapi dengan usaha keras.
2. Konsentrasi (concentration): sepenuhnya memikirkan, masuk luluh, terserap dalam perkara yang dihadapi. Orang-orang kreatif biasanya serius, perhatiannya tercurah dan pikirannya terpusat pada hal yang mereka kerjakan. Tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu menimbang-nimbang, waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal, trial dan error .
3. Inkubasi (incubation) : mengambil waktu untuk meninggalkan perkara, istirahat, waktu santai. Sebuah busur tak dapat direntang terus-menerus untuk jangka panjang tanpa bahaya patah. Maka kita perlu melarika diri dari perkara yang sedang kita selesaikan, masalah yang hendak kita pecahkan. Inkubasi merupakan saat di mana sedikit demi sedikit kita bebaskan dari kerutinan berpikir, kebiasaan bekerja, kelaziman pemakai cara.
4. Iluminasi : mendapatkan ide gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru Bagian paling nikmat dalam penciptaan, tahap AHA! Ketika segalanya jelas, hubungan kaitan perkara gambling, dan penerangan untuk pemecahan masalah, jawaban baru tiba-tiba tampak laksana kilat. Reaksi keberhasilan itu biasanya tidak hanya teras di batin, tetapi juga diungkapkan keluar secara fisik.
5. Verifikasi/ Produksi : memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah. Tahap AHA!, betapa pun memuaskan, barulah merupakan akhir dari suatu awal. Masih ada pekerjaan berat yang harus dikerjakan. Kalau sudah menemukan ide, gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja baru, kita harus turun tangan mewujudkannya. Kecakapan kerja merupakan bagian penting dalam karya kreatif. Betapapun banyak ide, gagasan, ilham, impian bagus-bagus yang ditemukan, jika tidak dapat diwujudkan, semuanya akan lenyap bagai embun diterjang sinar matahari.. Maka orang kreatif harus memiliki kecakapan kerja baik secara pribadi maupun kelompok.
Salah satu teori tradisional yang sampai sekarang banyak dikutip ialah teori Wallas yang dikemukakan tahun 1926 dalam bukunya The art of Thought (Piirto,1992), yang mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu:
(1) persiapan, (2) inkubasi, (3) iluminasi, (4) verifikasi.
Pada tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang, dan sebagainya. Pada tahap kedua, kegiatan mencari dan menghimpun data/ informasi tidak dilanjutkan. Tahap inkubasi ialah tahap di mana individu seakan-akan melepaskan diri sementara dari masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar, tetapi “mengeramnya” dalam alam pra sadar. Tahap iluminasi ialah tahap timbulnya “insght” atau”aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru, beserta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru. Tahap verifikasi atau tahap evaluasi ialah tahap dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas. Di sini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Dengan perkataan lain, proses divergen (pemikiran kreatif) harus diikuti oleh proses konvergensi (pemikiran kritis).

Definisi Konsepsional dan Definisi Opersional kreatifitas

Konsep adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas, dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Suatu konsep adalah elemen dari proposisi seperti kata adalah elemen dari kalimat. Konsep adalah pembawa arti. Suatu konsep tunggal bisa dinyatakan dengan bahasa apa pun. Konsep bisa dinyatakan dengan ‘Hund’ dalam bahasa Jerman, ‘chien’ dalam bahasa Prancis, ‘perro’ dalam bahasa Spanyol.
Operasional adalah batasan cara kerja atau petunjuk bagi peneliti dalam mengumpulkan data yang diperlukan selama melakukan penelitian. juga dapat memberikan apakah suatu masalah dapat diteliti atau tidak, apakah suatu hipotesis memenuhi syarat dan diterima atau hipiotesis ditolak.
Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.
Ciri-ciri Kreativitas
Menurut David Cambell ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori:
1.Ciri-ciri pokok: kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan.
2.Ciri-ciri yang memungkinkan: yang membuat mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah ditemuka tetap hidup.
3.Ciri-ciri sampingan: tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tetapi kerap mempegaruhi perilaku orang-orang kreatif.
Definisi konsepsional Kreatifitas.
Definisi konsep menurut Arifin Abdurachman adalah suatu pemikiran umum mengenai suatu masalah atau persoalan. Konsep adalah kata istilah yang mengungkapkan suatu abtraksi yang dibentuk dengan generalisasi dari hal-hal khusus kejadian yang diamati. Definisi konsepsional atau definisi konsep disebut juga kerangka konsepsional.
Jadi definisi konsepsional kreatifitas adalah sesuatu yang menggambarkan adanya hubungan antara konsep yang khusus dengan konsep yang akan diteliti. Konsepsional juga digunakan untuk mendefinisikan pengertian didalam penelitian, agar tidak mengalami pembiasan dalam pengumpulan data hingga pada tahap analisis penelitian.
Definisi Operasional Kreatifitas
Definisi operasional menurut koentjaraningrat merupakan batu ujian terakhir apakah masalah dapat diselidiki atau tidak. Sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah demonstrasi dari suatu proses – seperti sebuah variabel, istilah atau objek – dalam hal proses tertentu atau serangkaian tes validasi yang digunakan untuk menentukan kehadiran dan kuantitas.
Jadi definisi operasional kreatifitas adalah suatu kemampuan untuk melakukan berbagai hal dalam konsep kreatifitas yang baru dan terus dikembangangkan baik dari dalam maupun dari luar.
hari inii pelajaran komputer sangan menyenangkan sesuain dengan suasana hati saya hari ini

Jumat, 22 November 2013

psikologi menurut para ahli dan saya :D

* Menurut Crow & Crow :
Pschycology is the study of human behavior and human relationship. (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.

*Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
*Menurut Wundt, 1829
Psikologi  bertugas menyelidiki apa yang kita sebut  pengalaman bagian dalam sensasi dan perasaan kita sendiri, pikiran serta kehendak kita yang bertolak belakang dengan setiap objek pengalaman luar yang melahirkan pokok permasalahan ilmu alam. ( Abdul Rahman Shaleh. 2004)


*Menurut  Angell, 1910
Semua kesadaran normal atau abnormal, manusia  atau binatang, merpakan pokok permasalahan yang dicoba untuk dijelaskan oleh ahli psikologi, dan tidak ada definisi ilmu ini yang sepenuhnya dapat di terima, semua bunyinya kurang lebih sama. ( Abdul Rahman Shaleh. 2004)
 
*Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya

*Menurut saya psikologi itu adalah hal yang menyangkut soal manusia atau binatang psikologi juga bisa memahami karakter manusia atau binatang yang bisa di lihat mau pun yang tidak bisa di lihat.

Jumat, 15 November 2013

Psikologi Umum

PSIKOLOGI UMUM

1. PENGERTIAN DAN DEFINISI PSIKOLOGI
Psikologi berasal dari perkataan Yunani ‘psyche’ yang artinya jiwa, dan ‘logos’ yang artinya ilmu paengetahuan. Jadi secara etimologi(menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik maengenai macam-macam gejalanya’ prosesnya maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut ilmu jiwa
Sebagai ilmu pengetahuan, psikologi juga mempunyai sifat-sifat yanh dimiliki oleh ilmu pengetahuan pada umumnaya. Karena itu psikologi mempunyai:
  1. Obyek tertentu
  2. Metode penyelidikan tertentu
  3. Sistematik yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap obyeknya.
Secara umum psikologi diartikan ilimu yang mempelajari tingkah laku manusia. Atau ilmu yang mempelajari tentang gejal-gejala jiwa manusia
Diantara pengertian yang dirumuskan oleh para ahli itu antara lain sebagai berikut:
1. Menurut Dr. Singgih Dirgagunarsa:
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia
2. Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa:
Psikologi ialah ilmi pengetahuan yang mempelajari tentang hakiakat jiwa serta prosesnya sampai akhir
3. John Broadus Watson,
Memandang psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku nampak(lahiriah) daengan menggunakan metode observasi yang obyektif terhadap rangsang dan jawaban(respons)
4. Withelm Wundt,
Tokoh psikologi eksperimental berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari penglaman-pangalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti perasaan pancaindra, fikiran, merasa(feeling) dan kehendak
5. Woodworth dan marquis
Psikologi ialah: ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu dari sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar
6. Knight and knight
‘Psychologi may be defined as the systematic study of experience and behavior human and anima, normal and abnormal, individual and sosial’
7. Hilgert
‘Psychologi my bedefined as the science htat studies the behevior of men and other animal’
8. Ruch
‘Psykologi is sometimes defined as the study of man, but this definition is too broad. The truth is that psychologi is partly biologi cal science and partly a social sscience, overlapping these two major areas and relating them each other
Dari hal diatas dapat disimpulkan bahw pengertiqn psychologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tinhgkah laku dan perbuatan aindividu, dalam mana individu individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya
2. KEDUDUKAN PSYCHOLOGI DALAM SISTEMATIKA ILMU   PENGETAHUAN
Psychologi yang mula-mula tergabung dalam filsafat, akhirnya memisahkan sendiri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal ini adalah jasa dari Wilhelm Wundt Yng mendirikan laboratorium psikologi yang pertama-tama pada tahun 1879 untuk menyelidiki peristiwa-peristiwa kejiwaan secara eksperimental
Dengan uraian singkat ini dapatlah diuraikan bahwa psikologi sebagai suatu ilmu telah berdiri sendiri, tidak lagi menjadi bagian dari ilmu-ilmu yang lain
3. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
Ditijau dari obyeknya, psykologi dapat dibedakan dalam dua golongan yang besar, yaitu:
  1. Psychologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
  2. Psychologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan, yang umumnya lebih tegas disebut psychologi hewan
Psychologi umum ialah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan yang beradab(berkultur)
Psikologi khusus ialah psokologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kahususan, dari aktivitas-aktivitas psikis manusia
Psikologi khusus ini ada bermacam-macam, antara lain:
1. Psikologi perkembangan,
Yaitu psykologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua, yang mencakup:
  1. Psikologi anak(mencakup masa bayi)
  2. Psikologi puber dan adolesensi(psikologi pemuda)
  3. Psikologi orang dewasa
  4. Psikologi oarang tua
2. Psikologi Sosial
Yaitu psikologi yang khusus membicarakan tntang tingkah laku atau aktivitas-aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi sosial
3. Psikologi Pendidika
Yaitu psikologi yang husus mebguraikan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan, misalnya bagaimana cara menarik perhatian agar pelajaran dapat dengan muadah diterima, bagaimana cara belajar dan sebagainya
4 .Psikologi kepribadian dan tipologi
yaitu yang husus menguraikan tentang struktur pribadi manusia, mengenai tipe- tipe kepribadian manusia
5. Psikopatologi
Yaitu psikologi yang husus menguraikan keadaan psikis yang tidak normal (abnormal)
6. Psikologi Kriminal
Yaitu psikologi yang husus berhubungan dengan soal kejahatan atau kriminalitas
7. Psikologi Perusahaan
yaitu yang husus berhubunagn dengan sosl-soal perusahaan
4. METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI
Suatu metode penyelidikan dalam suatu ilmu adalah suatu keharusan mutlak adanya, apa lagi kalau ilmu itu berdiri sendiri, ini harus ditandai oleh adanya metode-metode tersendiri untuk menyalidiki terhadap obyeknya, obyek psikologi adalh penghayatan dan perbuatan manusia dalam alam yang komplek dan selalu berubah
Berdasarkan renungan-renungan dan pengalaman-paengalaman maka akan diapatkan metode-metode sebagai berikut:
A. Metode yang bersifat filoifis ada beberapa macam antara lain:
1. Metode intuitip
Metode ini dilakukan dengan cara sengaja untuk mengadakan suatu penyelidukan atau dengan cara tidak engaja dalam pergaulan sehari-hari
2. Metode kontemplatif
Metode ni dilakukan dengan jalan merenungkan obhek yang akan diketahui dengan mempergunakan kemampuan berpikir kita. Alat utama yang dipergunakan adalah pekiran yang benar-benar sudah dalam keadaan obyektif
3 .Metode filosofis religius
Metde ini digunakan dengan mempergunakan materi-materi agama, sebagai alat utama untuk meneliti pribadi manusia
B .metode yang bersifat empiris dapat dibagi menjadi:
1. Metode obserfasi
metode obserfasi ialah metode untuk mempelajari kejiwaan dengan sengaja mengamati secara langsung, teliti dan sistematis.
Obserfasi dapat melalui tiga cara:
a. Metode introspeksi
Istilah introspeksi berasal dari bahasa latib: (intro: dalam; dan speaktare: melihat). Jadi pada introspeksi individu mengalami sesuatu dan ia sendiri dapat pula mengamati, mmpelajari apa yang dihayati itu.
b. Metode instropeksi eksperimental
Istilah introspeksi eksperimental ialah suatu metode introspeksi, yang dilaksanakan dengan mengadakan eksperimen-eksperimen secara sengaja dan dalam suasana yang dibuat
c. Metode ekstropeksi
Metode ekstropeksi ialah suaru metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk menyaliduki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala jiwa sendiri dengan membandingkan gejala jiwa orang lain dan mencobq mengambil kesimpulan dengan melihat gejala-gejala jiwa yang yang ditunjukkkan dari mimik dan pantomimik orang lain
2. Metode pengumpulan bahan
Dengan teknik ini, dimaksudkan suatu penyelidikan yang dilakukan denagan mengolah data-data yang didapat dari kumpulan daftar pertanyaan dan jawaban (angket).
Penyelidik dapat menempuh dengan melalui tiga cara:
a. Metode angket interview
Adalah suatu penyelidukan yang dilaksanakan denagan menggunakan daftr peretanyaan mengenai gejala-gejala kejiwaan yang harus dijawab oleh oarng banyak, sehingga berdasarkan jawaban yang diperolehnya itu, dapat diketahui keadaan jiwa seseorang
b .Metode biografi
Metode ini merupakan likisan atau tulisan perihal khidupan seseorang, baik sewaktu ia masih hidup maupun sesudah ia meninggal
c .Metode pengumpulan bahan
Yaitu suatu metode yang dilaksanakan dengan jalan mengumpulkan bahan-bahan terutama pengumpulan gambar-gambar yang dibuat oleh anak-anak
3.Metode eksperimen(percobaan)
Istilah eksperimen(percobaan) dalam pskologi berarti pengamatan secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja Tujuan eksperimen ialah untuk mengetahui sifat-sifat ymum dari gejala-gejala kejiwaan
4. Metode Klinis
Yang disebut metode klinis ialah, nasihat dan bany=tuan kedokteran, yang diberikan kepada pasien, oleh ahli kesehatan. Metode klinis yang diterapkan dalam psikologi ialah: kombinasi dari bantuan klinis-medis dengan metode pendidikan, untuk melakukan observasi terhadap para pasien
5. Metode interview
Interview merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan
6. Metode testing
Metode ini merupakan metode penyelidikan dengan mennggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan, atau tugas-tugas lain yang telah di setandardisasikan
5. HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU-ILMU LAIN
A. Hubungan Psikologi dengan Biologi
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan, oleh karena itu baik biologi maupun psikologi sama-sama mebicarakan manusia
B. Hubungan Psikologi dengan Sosiologi
Sosiologi ialah ilmu pengetahuan tentang hidup manusia dalam hubungan golongan. Menurut Gerungan pertemuan antara psikologi dan sosiologi itulah merupakan daerah dari psikologi sosial
C. Hubungan Psikologi dengan Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu pengetahuan alam mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan psikologi. Ilmu pengetahuan alam menjadi contoh bagi perkembangan ilmu-ilmu lain, termasuk psikologi, khususnya metode ilmu pengetahuan alam mempengaruhi perkembangan metode psikologi
D. Hubungan Psikologi dengan Filsafat
Manusia sebagai makhluk hidup juga merupakan obyek dari filsafat yang antara lain membicarakan soal hakikat kodrat manusia, sekalipun akhirnaya psikologi memisahkan diri dari filsafat tetapi disini hubungannya adalah bersifat timbal balik
E. Hubungan Psikologi dengan Paedagogiek
Paedagogiek sebagai ilmu  yang bertujuan untuk memberikan  bimbingan hidup manusia sejak dari lahir sampai mati tidak akan sukses, bilamana tidak mendasarkan diri kepada psikologi. Dengan demikian paedagogiek baru bru akan tepat mengenai sasaran, pabila dapat memahami langkah-langkahnya sesuai dengan petunjuk-petunjuk pesikologi
F. Hubungan Psikologi denagan Agama
Agama sejak turunnya kepada Rasul diajarkan kepada manusia denagan dasar-dasar yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi pikologis, didalam agama terdapat ajaran tentang bagaimana agar manusia mau menerima petunjuk tuhannya
6. TUJUAN MEMPELAJARI PSIKOLOGI
Pada garis besarnya orang mempelajari ilmu jiwa adalah untuk menjadikan manusia supaya hidupnya baik, bahagia dan sempurna. Banyak persoalan-persoalan yang dapat dibantu dan diselesaikan oleh ilmu jiwa. Tes dalam psikologi dapat dibedakan atas bermacam-macam jenis:
a. Menurut banyaknya orang yang ditest, test dapat dibeadakan atas:
1. Test perorangan
2. Test kelompok
b. Berdasarkan atas peristiwa-peristiwa kejiwaan yang diselidiki, maka test dapat dibedakan atas:

Psikologi Anak yang Perlu Anda Pahami

Psikologi Anak yang Perlu Anda Pahami

      Psikologi anak apakah perlu Anda pahami? Bukan hal yang mudah Anda menjadi orangtua, karena bisa jadi ini membuat Anda bertambah pusing dengan berbagai tingkah pola lakunya yang sulit diatur. Namun hal tersebut akan terjadi apabila Anda sulit untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan sang anak, terutama pada anak remaja.
      Terkadang psikologi anak sulit kita mengerti dan pahami apa yang mereka inginkan, terlebih lagi dengan adanya perbedaan generasi antara Anda dan anak. Mungkin inilah yang biasanya terjadi pada Anda dan anak saat berbeda pendapat dan berakhir dengan perseteruan. Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa dengan berhasilnya Anda menjalin hubungan yang harmonis dengan anak itu merupakan suatu kunci utama Anda dalam memahami psikologi anak.
Untuk itu, diperlukan kesabaran serta bagaimana cara Anda dalam menghadapi anak terutama remaja agar mengerti dan paham apa yang mereka inginkan. Berikut tipsnya yang bisa Anda lakukan :
  1. Perjelas batas peran Anda sebagai orangtua dan teman
  2. Bedakanlah peran Anda disini saat menjadi orangtua atau bahkan menjadi teman bagi anak Anda. Di kala Anda menjadi teman bagi sang anak, biasanya akan terjadi interaksi yang menyenangkan karena anak akan menceritakan semua keluh kesahnya pada Anda. Tetapi disaat porsi Anda sebagai teman, Anda dapat menghakimi ketika mereka menceritakan masalahnya pada Anda. Sebaliknya, jika Anda berperan sebagai orangtua sikap menghakimi tidak akan mungkin Anda lakukan karena rasa sayang dan peduli Anda terhadap mereka memiliki porsi yang berbeda saat Anda menjadi seorang teman baginya. Dengan begitu disaat posisi Anda sebagai orangtua, berikanlah yang terbaik apa yang sang anak inginkan namun dengan tidak memanjakannya, tetapi memberikan porsi yang cukup untuk membuat ia mengerti.
  3. Libatkan diri Anda
  4. Cobalah untuk bisa meluangkan sedikit waktu untuk menjalin hubungan yang lebih akrab bersama dengan anak-anak Anda. Dengan Anda bisa menghabiskan waktu bersama mereka, maka tidak menutup kemungkinan jika Anda juga bisa ikut terlibat dalam kehidupan mereka, sehingga tanpa rasa takut dan cemas mereka siap untuk menghampiri Anda dengan menceritakan semua permasalahan yang mereka hadapi. Karena baginya disituasi tersebut, Andalah orangtua yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi.
  5. Didik anak menjadi seorang yang bertanggung jawab
  6. Memang tidak mudah untuk mendidik anak menjadi seseorang yang bertanggung jawab dalam hidupnya. Namun hal tersebut perlu Anda lakukan sedari dini agar mereka bisa lebih bertanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan. Sebagai contoh, bila mereka menginginkan sesuatu haruslah dengan hasil usaha mereka sendiri tanpa mengandalkan bantuan Anda. Dengan begitu Anda bisa memberikannya upah jika mereka berhasil menjalankan usaha dan tanggung jawabnya. Tetapi jangan berikan mereka imbalan jika usaha yang mereka lakukan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Karena dengan mereka menyadari itu, maka sang anak bisa belajar bertanggung jawab dan memiliki kemandirian hingga mereka dewasa kelak.
  7. Dengarkan pendapat anak
  8. Bukan Anda saja yang ingin didengarkan oleh anak, bahkan anak Anda pun juga menginginkan Anda mendengarkan dan memahami apa yang mereka inginkan. Walaupun demikian, Anda harus tetap bisa mengerti maksud mereka dan bukan menghakimi di saat mereka melakukan kesalahan. Anda bisa dengarkan dahulu apa yang mereka utarakan, karena bisa jadi dengan kondisi anak seperti itu ia sedang membutuhkan bantuan Anda untuk menjadi pelindungnya.
  9. Posisi Anda menentukan
  10. Secara tidak langsung dengan Anda mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari, maka anak telah terbantu dengan keputusan yang Anda ambil dengan segala kebaikannya demi kehidupan mereka. Dengan begitu anak akan berpikir bahwa mereka kelak akan menjadi pengambil keputusan yang baik saat mereka dewasa kelak.
  11. Anda selalu ada untuk anak-anak
  12. Sebagai orangtua hal terpenting saat ini terutama di masa tumbuh kembang anak sebelum dan sesudah mereka beranjak remaja yaitu orangtua bisa menjadi contoh dan panutan yang baik bagi anak-anaknya kelak. Selain itu perlu Anda ingat, bahwa dalam perkembangannya pun mereka selalu membutuhkan Anda. Dan disinilah peran penting Anda bagi anak untuk masa kembang tumbuhnya, karena yang mereka inginkan hanya Anda bisa selalu ada dan hadir dalam hidup mereka.
  13. Ikuti perkembangan anak
  14. Selain memantau perkembangan anak, Anda juga perlu mengikuti perkembangan anak lainnya seperti mengetahui berbagai aktivitas yang mereka lakukan baik di rumah, sekolah maupun lingkungan di luar rumah. Tidak hanya itu, mungkin Anda juga bisa mengikuti jenis musik apa yang kini sedang mereka sukai atau bahkan nama teman-teman main mereka. Karena dengan pantauan Anda untuk mengikuti semua perkembangan dan aktivitas mereka, maka itu menjadi tanggung jawab sebagai orangtua.
  15. Fleksibel
  16. Aturan yang telah Anda berikan dan tetapkan pada sang anak, bisa Anda sedikit beri kelonggaran dalam hal pengecualian.
  17. Memiliki favorit yang sama
  18. Jangan sampai jadikan hal kecil menjadi pertengkaran bagi Anda dan anak. Dan Anda pun harus mengerti dan paham benar tentang sifat anak. Dengan Anda memiliki favorit yang sama dengan anak, berarti Anda bisa memahami mereka lebih baik terutama dalam belajar dan berbagi pengalaman menarik.
  19. Tetap bicara walaupun anak tidak mendengarkan
  20. Walaupun terkadang anak sulit untuk mendengarkan kritik dan saran dari Anda, tetaplah Anda selalu memberikan saran-saran tersebut demi kebaikan mereka. Memang sulit untuk memberitahukan hal-hal yang terkadang membuat mereka bosan, tetapi yang Anda lakukan sudah tepat. Sekilas mungkin Anda melihat mereka dengan sikap pasif yang tidak mendengarkan atau tidak mau menerima masukan dari Anda, namun jangan salah karena sikap anak ternyata jauh lebih aktif dalam beberapa hal yang mereka dengar dari Anda. Dan yang terpenting jangan pernah berhenti dan bosan untuk memberikan masukan untuk anak karena dengan begitu mereka dapat menerima segala perkataan yang Anda yang ucapkan.
Dengan mengetahui beberapa hal di atas tentunya Anda sudah bisa lebih memahami dan mengenal psikologi anak dengan baik.